ACEH TIMUR – Tim gabungan belum menemukan Abdul Mutalib, 60 tahun, nelayan asal Gampong Alue Ie Itam, Kecamatan Peudawa, yang hilang di perairan Idi Cut, Aceh Timur.
Memasuki hari ketiga pencarian pada Sabtu, 31 Oktober 2026, Satpolairud Polres Aceh Timur bersama TNI Angkatan Laut dan SAR Kabupaten Aceh Timur masih menyisir kawasan perairan tempat korban dilaporkan terjatuh.
Kepala Satpolairud Polres Aceh Timur Ajun Komisaris Polisi Ade Candra mengatakan Abdul Mutalib hilang pada Rabu malam, 28 Oktober 2026. Saat itu, korban melaut bersama seorang anak buah kapal (ABK), Sawalludin, 25 tahun, menggunakan boat jalo atau sampan untuk mencari ikan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar tiga mil laut dari bibir pantai Idi Cut. Dalam perjalanan kembali menuju Peudawa, kemudi perahu mengalami kerusakan. Abdul Mutalib kemudian menyelam ke bawah perahu untuk memperbaikinya.
Setelah berhasil memperbaiki kemudi, korban berusaha naik kembali ke perahu. Namun, ombak dan angin kencang menghantam perahu hingga menyebabkan korban terjatuh ke laut.
Sawalludin sempat berusaha menolong rekannya. Namun, derasnya arus dan kencangnya angin membuat perahu mereka hanyut menjauh.
Dalam situasi tersebut, Abdul Mutalib melepaskan pegangannya agar Sawalludin dapat menyelamatkan diri.
Sawalludin akhirnya berhasil berenang menuju pantai di kawasan Alue Dua Muka O, Kecamatan Idi Rayeuk, sekitar pukul 01.00 WIB. Sementara itu, Abdul Mutalib belum ditemukan.
Ade mengatakan pencarian masih dilakukan bersama unsur terkait. Ia juga meminta masyarakat, terutama nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan Idi Cut, segera melaporkan apabila melihat tanda-tanda keberadaan korban.
“Kami berharap korban segera ditemukan. Kami meminta masyarakat, khususnya para nelayan, turut memberikan informasi apabila melihat tanda-tanda keberadaan korban di sekitar perairan Idi Cut,” kata Ade, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Selain itu, Ade mengingatkan para nelayan agar tidak mengabaikan faktor keselamatan saat melaut. Nelayan diminta memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang serta memastikan perahu dan perlengkapan keselamatan dalam kondisi layak sebelum berangkat.
“Jangan memaksakan diri melaut ketika cuaca tidak bersahabat. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya. (Roy)



Komentar