DAERAH
Beranda » Berita » Tausiah Rabu Pagi, Kemenag Pidie Tekankan Introspeksi Diri

Tausiah Rabu Pagi, Kemenag Pidie Tekankan Introspeksi Diri

SIGLI – Kepala Seksi Pembinaan Masyarakat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pidie, Tgk. H. Isafuddin, mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadikan introspeksi diri sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama dalam mengevaluasi amal perbuatan dan pekerjaan. Pesan tersebut disampaikan dalam tausiah rutin Rabu pagi di lingkungan Kantor Kemenag Pidie, Rabu (4/11/2026).

Pengajian rutin yang telah berlangsung lebih dari setahun itu diikuti pejabat dan ASN Kemenag Pidie. Kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana pembinaan keagamaan untuk memperkuat keimanan dan membangun akhlak dalam kehidupan maupun pelaksanaan tugas sebagai aparatur negara.

Dalam tausiahnya, Isafuddin menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan teladan bagi umat Islam dalam bersikap dan menjalani kehidupan. Menurut dia, Rasulullah senantiasa mengedepankan akhlak mulia, termasuk ketika menghadapi berbagai persoalan.

Ia mengatakan, ketegasan Rasulullah terhadap pihak yang memusuhi Allah tidak menghilangkan prinsip akhlak dan sikap tidak menyakiti orang lain.

Selain meneladani akhlak Nabi, Isafuddin mengingatkan pentingnya mensyukuri nikmat Allah SWT, meskipun nikmat tersebut terlihat kecil. Rasa syukur, kata dia, merupakan bagian dari keimanan yang harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.

Pidie Siapkan MTQ XXXVIII, 770 Peserta Bakal Berlomba

Ia juga mengajak ASN membiasakan diri melakukan evaluasi terhadap aktivitas yang telah dijalani setiap hari. Melalui introspeksi, seseorang dapat menilai apakah pekerjaan dan perbuatannya lebih banyak memberikan manfaat atau justru sebaliknya.

“Setiap hari kita perlu merenung dan mengevaluasi hasil pekerjaan. Apakah selama sehari lebih banyak melakukan kebajikan atau justru sebaliknya,” ujar Isafuddin.

Dalam kesempatan itu, ia turut mengingatkan bahwa berbagai ujian kehidupan, seperti kekurangan rezeki dan musibah, harus dihadapi dengan kesabaran serta keyakinan kepada Allah SWT.

Menurut Isafuddin, keimanan yang terjaga menjadi landasan bagi seseorang untuk menghadapi berbagai keadaan, baik dalam kondisi lapang maupun sulit.

“Segala ujian, baik kekurangan rezeki maupun musibah, harus kita hadapi dengan keimanan. Konsisten dalam beriman kepada Allah SWT merupakan awal kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat kelak,” katanya.

Pengamanan MTQ Pidie Diperiksa, Persiapan Capai 90 Persen

Ia berharap pesan-pesan keagamaan yang disampaikan melalui pengajian rutin tersebut dapat diterapkan ASN dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tanggung jawab dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. (Has)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement