LANGSA – Guru sekolah luar biasa (SLB) dan sekolah inklusi di Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Timur kini memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan S1 Pendidikan Khusus tanpa harus meninggalkan aktivitas mengajar.
Kesempatan itu hadir melalui kerja sama Ikatan Guru Pendidikan Khusus Indonesia (IGPKHI) Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Timur dengan Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan (STOK) Bina Guna Medan.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Aula Kampus STOK Bina Guna Medan, Minggu, 13 September 2026.
MoU ditandatangani Ketua IGPKHI Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Timur Sayyid Annafi Al-Muta’ali dan Ketua STOK Bina Guna Medan Dr. dr. Hj. Liliana Puspa Sari.
Program S1 Pendidikan Khusus yang ditawarkan STOK Bina Guna Medan menggunakan sistem pembelajaran fleksibel.
Skema ini disiapkan untuk guru SLB dan guru sekolah inklusi yang ingin meningkatkan kualifikasi akademik sambil tetap menjalankan tugas mengajar.
Ketua STOK Bina Guna Medan Liliana Puspa Sari mengatakan kampusnya siap mendukung peningkatan kompetensi guru pendidikan khusus di Aceh.
“Kami siap mendampingi guru SLB dan guru inklusi di Aceh. Kurikulum akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Ini bentuk pengabdian kami untuk pendidikan inklusif,” kata Liliana.
Menurut Liliana, peningkatan kualitas guru merupakan bagian penting dalam memperkuat layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK).
Karena itu, program tersebut diharapkan dapat memberikan bekal akademik yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Ketua IGPKHI Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Timur Sayyid Annafi Al-Muta’ali mengatakan kerja sama itu menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas guru yang menangani peserta didik berkebutuhan khusus.
“Dengan adanya guru yang kompeten dan memiliki kualifikasi S1 Pendidikan Khusus, layanan bagi ABK di Aceh Timur dan Langsa semakin berkualitas,” ujarnya.
Selain penyelenggaraan program S1 Pendidikan Khusus, MoU tersebut mencakup pendampingan akademik oleh dosen STOK Bina Guna Medan bagi guru yang mengikuti program.
Lulusan program ini diharapkan dapat memperkuat ketersediaan Guru Pendamping Khusus (GPK) yang kompeten di sekolah inklusi dan SLB, khususnya di Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Timur.
Setelah penandatanganan MoU, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama serta pemaparan teknis pendaftaran program oleh tim akademik STOK Bina Guna Medan.
Informasi mengenai pendaftaran dapat diperoleh melalui sekretariat IGPKHI Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Timur maupun STOK Bina Guna Medan. (Roy)



Komentar