PENDIDIKAN
Beranda » Berita » 437 Sekolah Aceh Terdampak Banjir, Pemerintah Pulihkan

437 Sekolah Aceh Terdampak Banjir, Pemerintah Pulihkan

LANGSA Sebanyak 437 sekolah jenjang SMA dan SMK di Aceh terdampak banjir. Pemerintah Aceh menyatakan proses pemulihan sarana dan prasarana pendidikan terus dilakukan agar kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung di lingkungan yang aman dan layak.

Data itu disampaikan dalam amanat Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang dibacakan Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Langsa, Sopian, dalam upacara peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh ke-67 di Langsa, Rabu, 2 September 2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 93 sekolah negeri dan swasta pada jenjang SMK terdampak banjir. Pada jenjang SMA, jumlah sekolah terdampak mencapai 344.

Pemerintah Aceh, menurut Muzakir, berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memulihkan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana. Anggaran pendapatan dan belanja negara diarahkan untuk revitalisasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi sekolah.

Muzakir mengatakan pemulihan fasilitas pendidikan menjadi bagian dari upaya memastikan siswa tetap memperoleh layanan pendidikan.

Abdya Raih Penghargaan Pengembangan UMKM dan Sumberdaya Lokal

Selain infrastruktur, ia meminta sekolah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Satuan pendidikan harus menjadikan pendidikan kebencanaan sebagai bagian dari budaya sekolah,” kata Muzakir dalam amanat yang dibacakan Sopian.

Guru dan kepala sekolah diminta membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan menghadapi keadaan darurat. Siswa, antara lain, perlu memahami langkah penyelamatan diri ketika terjadi gempa dan bencana lainnya.

Peringatan Hardikda ke-67 di Kota Langsa berlangsung di halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Langsa. Upacara diikuti kepala sekolah SD dan SMP, guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik.

Dalam amanatnya, Muzakir juga menekankan peningkatan kualitas pendidikan sebagai salah satu penentu masa depan Aceh. Pendidikan, menurut dia, tidak boleh hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga harus membentuk karakter, kreativitas, inovasi, dan integritas.

Sungai Krueng Langsa Tersumbat Kayu, Pemko Turun Tangan

“Anak-anak Aceh memiliki kemampuan yang luar biasa. Yang kita butuhkan adalah kesempatan, pembinaan, guru yang terus belajar dan lingkungan pendidikan yang mendukung,” ujarnya.

Ia mengatakan pendidikan merupakan investasi untuk mewujudkan Aceh yang Islami, maju, bermartabat, dan berkelanjutan. Karena itu, pemerintah, guru, kepala sekolah, orang tua, dunia usaha, dan masyarakat perlu terlibat dalam pembangunan pendidikan.

Muzakir juga meminta insan pendidikan menyesuaikan pembangunan pendidikan daerah dengan kebijakan nasional, terutama dalam penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan, sains, teknologi, kesehatan, olahraga, dan pemberdayaan generasi muda.

Ia berharap anak-anak Aceh tidak hanya mampu bersaing di tingkat daerah dan nasional, tetapi juga berprestasi di tingkat internasional.

Pemerintah Aceh, kata Muzakir, akan melanjutkan peningkatan sarana dan prasarana sekolah, kompetensi guru, serta pemerataan akses pendidikan hingga wilayah terpencil dan pedalaman.

Aceh Besar Promosikan Kuliner Lokal di ACF 2026

Peringatan Hardikda tahun ini mengusung tema “Memajukan Pendidikan Aceh, Membangun Generasi Islami, Unggul dan Bermartabat”. Momentum tersebut menjadi ajang evaluasi sekaligus penguatan komitmen pemerintah dan masyarakat terhadap kualitas pendidikan Aceh. (Roy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement