LANGSA – Tumpukan kayu yang terbawa arus menyumbat aliran Sungai Krueng Langsa di Gampong Pondok Pabrik, Kecamatan Langsa Lama, setelah hujan deras mengguyur Kota Langsa. Pemerintah Kota Langsa mengerahkan alat berat untuk membuka kembali aliran sungai guna mencegah air meluap.
Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra meninjau lokasi tersebut dan meminta Dinas Lingkungan Hidup segera membersihkan material yang menghambat arus sungai.
Excavator long arm dikerahkan untuk mengangkat material, sementara petugas menggunakan chainsaw untuk memotong kayu yang terbawa banjir.
Hujan berintensitas tinggi sebelumnya menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Kota Langsa. Material yang terbawa arus kemudian menumpuk di beberapa titik aliran sungai dan berpotensi memperparah genangan jika tidak segera dibersihkan.
Jeffry juga meninjau kondisi Krueng Langsa di Gampong Jawa, Kecamatan Langsa Kota. Di lokasi itu, arus deras mengikis bagian tepi sungai.
Pengikisan bantaran sungai menjadi perhatian pemerintah karena dapat memengaruhi kawasan di sekitar aliran sungai. Pemerintah daerah menyatakan akan terus memantau kondisi sungai dan melakukan penanganan sesuai kebutuhan.
Selain penanganan aliran sungai, Pemko Langsa menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir. Bantuan diberikan langsung kepada warga dan melalui para geuchik.
Wakil Wali Kota Langsa Muhammad Haikal Alfisyahrin secara terpisah juga meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi masyarakat dan memastikan penanganan di lapangan berjalan.
Pemko Langsa mengimbau warga mewaspadai hujan susulan serta perubahan debit air sungai. Warga diminta melaporkan segera kepada petugas apabila menemukan penyumbatan aliran, kenaikan debit air, atau kondisi lain yang membutuhkan penanganan.
Berdasarkan informasi sementara, banjir berdampak pada Gampong Seulalah, Seulalah Baru, Pondok Pabrik, Pondok Kemuning, Gedubang Aceh, Sidodadi, dan Gampong Jawa.
Dalam penanganan tersebut, Pemko Langsa melibatkan BPBD, Dinas Sosial, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Diskominfo, para camat, TNI-Polri, geuchik, Tagana, Dishub, Satpol PP dan WH, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta unsur terkait lainnya. (Roy)



Komentar