ACEH TAMIANG – Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi melantik lima kepala sekolah sekaligus menegaskan larangan pungutan liar (pungli) serta praktik transaksional dalam mutasi dan promosi jabatan di lingkungan pendidikan.
Penegasan itu disampaikan saat pelantikan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang, Rabu, 28 Oktober 2026.
Armia mengatakan jabatan kepala sekolah merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, bukan sekadar status atau fasilitas.
Ia meminta para pejabat yang dilantik bekerja secara profesional dan tidak menyalahgunakan jabatan.
“Saya tegaskan, proses mutasi dan promosi ini bersih dari segala bentuk transaksional. Saya tidak ingin mendengar adanya kutipan atau pungutan liar di lingkungan sekolah,” kata Armia.
Ia juga meminta kepala sekolah mengelola dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara transparan dan akuntabel sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, mereka diminta meningkatkan mutu pendidikan, mengembangkan inovasi pembelajaran, dan menciptakan lingkungan belajar yang adaptif serta menyenangkan.
Armia menekankan bahwa sekolah tidak hanya bertanggung jawab terhadap pencapaian akademik siswa, tetapi juga pembentukan karakter. Karena itu, nilai-nilai akhlak, kedisiplinan, budi pekerti, dan cinta tanah air perlu ditanamkan sejak dini.
Dalam arahannya, Armia turut menyoroti pemulihan sektor pendidikan setelah banjir melanda wilayah Aceh Tamiang. Ia meminta kepala sekolah mendata kebutuhan masing-masing sekolah dan berkoordinasi dengan komite serta orang tua murid untuk mempercepat pemulihan kegiatan belajar.
Ia juga mengingatkan agar dampak bencana tidak menyebabkan anak-anak kehilangan akses pendidikan atau putus sekolah.
Lima kepala sekolah yang dilantik terdiri atas M. Saleh sebagai Kepala SMPN 5 Kejuruan Muda, M. Reza Pahlevi sebagai Kepala SDN 1 Tualang Cut, Heri Kurnila sebagai Kepala SDN 1 Rantau, Muhammad Sanusi sebagai Kepala SMPN 6 Bendahara, dan Eko Fitriadi sebagai Kepala SDN 2 Percontohan Karang Baru.
Pelantikan tersebut dihadiri para asisten Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang Syamsul Rizal, serta Bunda PAUD Kabupaten Aceh Tamiang Yuyun Armia. (Roy)



Komentar