GAYO LUES – Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Perdesaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (KemenPKP), Imran, meninjau wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Gayo Lues, Kamis (14/5/2026).
Kunjungan Dirjen tersebut dilakukan untuk memastikan berbagai kendala yang dihadapi pemerintah daerah dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Dalam pertemuan bersama Bupati Gayo Lues dan jajaran di ruang rapat Wakil Bupati Gayo Lues, Imran menyebutkan kunjungan itu merupakan tindak lanjut arahan Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi RI.
“Mendagri meminta kami segera turun ke daerah terdampak bencana untuk mengetahui kendala yang menyebabkan pemulihan pascabencana berjalan lambat,” ujarnya.
Menurut Imran, pemerintah pusat meminta percepatan pendataan infrastruktur, normalisasi sungai, pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap), serta optimalisasi penggunaan Transfer ke Daerah (TKD).
Ia mengungkapkan penyerapan TKD di Aceh masih tergolong lambat sehingga anggaran yang dikembalikan diminta diprioritaskan untuk penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Sampai saat ini penyerapan TKD di Aceh masih lambat. Anggaran yang dikembalikan harus diprioritaskan untuk rehab rekon,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga meninjau rencana perbaikan lahan sawah masyarakat yang terdampak bencana alam.
Sementara itu, Bupati Gayo Lues, Suhaidi, mengatakan daerahnya terus bergerak menuju pemulihan pascabencana.
Ia menjelaskan pembangunan huntara saat ini telah mencapai 98 persen, namun masih terkendala pasokan listrik dan ketersediaan air bersih.
Untuk huntap, kata Suhaidi, sebanyak 20 desa yang berada di zona merah direncanakan direlokasi ke kawasan yang lebih aman.
Menurutnya, selama ini penanganan dari pemerintah pusat belum sepenuhnya terkoordinasi dengan pemerintah daerah sehingga dikhawatirkan penggunaan anggaran belum menyentuh kebutuhan prioritas masyarakat.
“Kalau pola kerja seperti ini terus berlangsung, kami khawatir anggaran habis tetapi persoalan dasar masyarakat belum terselesaikan,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan sebanyak 53 jembatan gantung di Gayo Lues akan dibangun secara permanen maupun darurat oleh jajaran Kodim setempat. (**)



Komentar