LANGSA – Pemerintah Kota Langsa mengerahkan dua excavator untuk membersihkan tumpukan kayu dan material sisa banjir di aliran Krueng Langsa, Sabtu, 12 September 2026.
Material tersebut dikhawatirkan menghambat aliran sungai dan memicu genangan kembali.
Pembersihan dilakukan di kawasan bantaran Krueng Langsa meski kondisi medan cukup sulit dijangkau.
Petugas mengangkat kayu dan material yang terbawa arus banjir menggunakan alat berat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Langsa Aulia Syahputra mengatakan pengerahan excavator merupakan tindak lanjut instruksi Wali Kota Langsa untuk mempercepat penanganan pascabanjir.
“Sesuai instruksi Wali Kota Langsa, kita terus mempercepat penanganan pascabanjir, salah satunya dengan mengerahkan dua unit excavator untuk mengangkat tumpukan kayu dan material yang menghambat aliran sungai,” kata Aulia.
Dia mengatakan penanganan banjir tidak berhenti setelah air surut. Material yang terbawa arus harus dibersihkan untuk menjaga aliran sungai sekaligus mengurangi risiko penyumbatan dan genangan kembali.
Pemko Langsa sebelumnya juga melakukan penanganan sejak sebelum hingga setelah banjir.
Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra bersama Wakil Wali Kota Muhammad Haikal Alfisyahrin meninjau sejumlah lokasi terdampak dan menyalurkan bantuan masa panik kepada warga di enam gampong.
Penanganan banjir melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, TNI, Polri, dan Taruna Siaga Bencana. Mereka membantu warga sekaligus menangani dampak banjir di sejumlah wilayah.
Setelah masa tanggap darurat, pemerintah melanjutkan penanganan dengan membersihkan material sisa banjir serta mendorong pemulihan fasilitas dan lingkungan yang terdampak.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kabid PSLB3 dan PKLH Ibrahim Jafar, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Hadi Wijaya, Kabid Humas Diskominfo Langsa Muslim Ridwan, Analis Kebijakan Bagian Kehumasan Yuni Mariko, Geuchik Pondok Pabrik, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa. (Roy)



Komentar