LANGSA – Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra meninjau langsung harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di Pasar Kota Langsa, Kamis (25/6/2016), usai membuka High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Tahun 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai upaya memastikan kondisi pasar tetap stabil serta mengantisipasi potensi kenaikan harga yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat.
Dalam peninjauan itu, wali kota berdialog dengan pedagang untuk mengetahui perkembangan harga dan kondisi pasokan berbagai komoditas kebutuhan pokok.
Jeffry mengatakan pemerintah daerah perlu turun langsung ke lapangan untuk memperoleh gambaran riil kondisi pasar sehingga langkah pengendalian inflasi dapat dilakukan secara tepat dan cepat.
“Pemerintah harus memastikan kebutuhan masyarakat tersedia dengan harga yang terjangkau dan pasokan tetap aman,” katanya.
Sebelumnya, HLM TPID dan TP2DD Kota Langsa digelar di Aula Sekretariat Daerah Kota Langsa dengan dihadiri unsur Forkopimda, DPRK Langsa, Bank Indonesia Lhokseumawe, instansi vertikal, OPD, BUMN, BUMD, akademisi dan pemangku kepentingan lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, Jeffry menegaskan pengendalian inflasi merupakan program prioritas karena berpengaruh langsung terhadap stabilitas ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga meminta TPID meningkatkan koordinasi dan kewaspadaan terhadap potensi gangguan pasokan pangan akibat prediksi musim panas berkepanjangan atau El Nino.
Selain pengendalian inflasi, rapat juga membahas percepatan digitalisasi daerah guna mendukung peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Yan Ramerta Putra, menyampaikan inflasi Aceh hingga Mei 2026 masih berada di atas rata-rata nasional.
Karena itu, ia mendorong TPID terus memperkuat langkah pengendalian inflasi, khususnya dalam menjaga pasokan dan kelancaran distribusi kebutuhan masyarakat.
Pemko Langsa sendiri pada 2026 berhasil meraih penghargaan Kota Terbaik I Pengendalian Inflasi se-Sumatera dari Kementerian Dalam Negeri.
Capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat sinergi dan inovasi dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah serta daya beli masyarakat. (Roy)



Komentar