LANGSA – Baitul Mal Kota Langsa menyalurkan zakat senif miskin sebesar Rp357,5 juta kepada 2.783 pelajar dan santri di Kota Langsa. Bantuan tersebut diberikan dalam rangka mendukung kebutuhan pendidikan siswa dan santri dari keluarga kurang mampu.
Penyaluran itu menjadi bagian dari rangkaian Baitul Mal Award 2026 dan penyampaian laporan pertanggungjawaban penerimaan zakat dan infak tahun 2025 yang digelar di Halaman Pendopo Wali Kota Langsa, Senin, 10 Agustus 2026.
Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra mengatakan pengelolaan zakat harus dilakukan secara transparan agar kepercayaan masyarakat terhadap Baitul Mal tetap terjaga.
Menurut dia, dana yang dihimpun merupakan amanah umat dan harus disalurkan kepada penerima yang berhak.
“Baitul Mal harus terus menjaga keterbukaan dan transparansi, sehingga masyarakat dapat melihat bahwa zakat yang mereka titipkan benar-benar disalurkan kepada mereka yang berhak,” ujar Jeffry.
Jeffry meminta kepala sekolah aktif mengidentifikasi siswa dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan perlengkapan pendidikan. Ia mengatakan kebutuhan seperti seragam, sepatu, tas, dan buku dapat dilaporkan kepada Baitul Mal untuk mendapat bantuan.
“Apabila ada murid yang seragamnya sudah tidak layak, tidak memiliki sepatu, tas, atau perlengkapan sekolah lainnya dan memang berasal dari keluarga kurang mampu, segera laporkan kepada Baitul Mal,” katanya.
Dia juga mengingatkan agar kondisi anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak dijadikan bahan konten untuk kepentingan media sosial. Menurut Jeffry, persoalan tersebut sebaiknya diselesaikan melalui koordinasi sekolah, Baitul Mal, pemerintah gampong, kecamatan, dan perangkat terkait.
“Jangan sampai anak-anak kita yang kurang mampu dieksploitasi untuk kepentingan konten, sehingga muncul kesan seolah-olah pemerintah, sekolah, guru, dan perangkat gampong tidak peduli,” ujarnya.
Jeffry menegaskan dana Baitul Mal tidak boleh digunakan untuk kepentingan politik. Pemerintah Kota Langsa, kata dia, akan menjaga agar zakat dan infak tetap disalurkan sesuai ketentuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Saya tegaskan kembali, kami tidak akan menjadikan Baitul Mal sebagai bancakan untuk kegiatan politik. Dana zakat tidak boleh dicampuradukkan dengan kepentingan partai politik, tim sukses, maupun kepentingan pribadi,” kata dia.
Jeffry menyebut dana Baitul Mal selama ini telah digunakan untuk membantu berbagai kelompok masyarakat, termasuk korban banjir, janda lanjut usia, anak yatim, mualaf, serta warga yang memenuhi kriteria penerima bantuan.
Bantuan juga diberikan kepada 3.169 anak yatim dan piatu. Selain itu, Baitul Mal membantu mualaf, termasuk melalui program rehabilitasi rumah.
Dia mengapresiasi masyarakat dan aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kota Langsa yang telah menunaikan zakat profesi melalui Baitul Mal. Jeffry mengajak masyarakat terus mempercayakan zakat dan infak kepada lembaga tersebut.
Penerimaan Zakat Mencapai Rp2,29 Miliar
Ketua Baitul Mal Kota Langsa Muamar Qausar mengatakan penerimaan zakat pada 2025 mencapai Rp2,29 miliar. Sementara penerimaan infak mencapai Rp2,89 miliar sehingga total dana yang dihimpun mencapai sekitar Rp5,18 miliar.
“Sekarang masyarakat sudah lebih mudah. Cukup menggunakan handphone melalui QRIS, zakat dan infak dapat langsung disetorkan ke Baitul Mal Kota Langsa,” ujar Muamar.
Baitul Mal bekerja sama dengan Bank Aceh Syariah Cabang Langsa untuk memudahkan pembayaran zakat dan infak melalui QRIS. Layanan pembayaran juga ditargetkan tersedia melalui Action Mobile Banking Bank Aceh.
Pada 2025, total penyaluran zakat dan infak mencapai sekitar Rp5 miliar. Dana tersebut berasal dari zakat dan infak yang dihimpun pada 2024.
Selain bantuan pendidikan, dana infak digunakan untuk sejumlah program sosial. Baitul Mal membangun dan merehabilitasi 17 rumah layak huni bagi fakir miskin serta memberikan bantuan material rehabilitasi rumah kepada 87 penerima.
Baitul Mal juga menyalurkan bantuan tunai kepada 3.169 anak yatim dan piatu, bantuan biaya konsumtif kepada 351 penjaga pasien yang dirujuk berobat ke luar daerah, serta bantuan kitab kepada 43 santri dari keluarga kurang mampu.
Muamar mengatakan seluruh penerimaan dan penyaluran dicatat dalam laporan pertanggungjawaban berdasarkan kelompok asnaf. Menurut dia, keterbukaan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan para muzakki dan munfiq.
Ia mengatakan penerimaan zakat pada 2026 diperkirakan menurun karena meningkatnya nilai nisab mengikuti kenaikan harga emas. Nisab zakat penghasilan saat ini berada di kisaran Rp161,7 juta per tahun atau sekitar Rp13 juta per bulan, dengan kadar zakat 2,5 persen.
Meski begitu, Baitul Mal Kota Langsa akan terus menggali potensi zakat yang belum terhimpun untuk meningkatkan penerimaan dan memperluas manfaat bagi masyarakat.
Baitul Mal Beri Penghargaan kepada Muzakki
Dalam kegiatan tersebut, Baitul Mal Kota Langsa memberikan Baitul Mal Award 2025 kepada sejumlah muzakki dan munfiq yang dinilai berkontribusi dalam pengelolaan zakat dan infak. Penghargaan diberikan kepada unsur pemerintahan, BUMN, BUMD, lembaga pendidikan, serta perorangan.
Pada kategori pemerintahan, penerima penghargaan antara lain RSUD Langsa dengan kontribusi Rp1,49 miliar, Dinas Kesehatan Rp363,98 juta, Sekretariat DPRK Rp97,44 juta, dan Sekretariat Daerah Rp82,67 juta.
Untuk kategori instansi swasta, BUMN, dan BUMD, penghargaan diberikan antara lain kepada Bank Aceh Syariah Cabang Langsa dengan Rp541,89 juta, PTPN IV Regional VI Rp255,59 juta, Perumda Air Minum Tirta Keumuneng Rp38,12 juta, serta PT PLN UP3 Langsa Rp25 juta.
Penghargaan juga diberikan kepada sejumlah sekolah tingkat SD dan SMP, IAIN Langsa, serta sejumlah muzakki perorangan.
Muamar berharap penghargaan tersebut tidak sekadar menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga mendorong semakin banyak masyarakat dan lembaga mempercayakan zakat serta infaknya kepada Baitul Mal.
“Kami berharap kepercayaan masyarakat terus terjaga sehingga pengelolaan zakat dan infak dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi fakir miskin dan mustahik lainnya,” katanya.
Khusus bantuan zakat untuk pelajar dan santri, Muamar meminta kepala sekolah, pimpinan perguruan tinggi, dan pimpinan dayah memastikan bantuan diberikan kepada penerima yang benar-benar membutuhkan.
Baitul Mal Kota Langsa menyatakan akan terus memperkuat pengelolaan zakat dan infak secara transparan, profesional, dan tepat sasaran agar dana umat dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap kesejahteraan masyarakat. (Roy)



Komentar