DAERAH
Beranda » Berita » PERMAHI Minta Peran Aceh Diperkuat di Andaman

PERMAHI Minta Peran Aceh Diperkuat di Andaman

BANDA ACEH Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) Aceh meminta penguatan peran Aceh dalam pengelolaan cadangan gas raksasa di Blok Andaman yang berada di wilayah laut dalam.

Organisasi tersebut menilai keterlibatan daerah harus diperbesar agar manfaat sumber daya alam dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat Aceh.

Ketua PERMAHI Aceh, Rifqi Maulana, Jumat (19/6/2026) melalui rilis yang dikirim mengatakan penemuan cadangan gas di Blok Andaman merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan untuk memperkuat posisi Aceh dalam tata kelola energi nasional.

Menurutnya, pembatasan kewenangan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) hanya hingga 12 mil laut perlu menjadi perhatian bersama karena berpotensi mengurangi ruang Aceh dalam menentukan arah pengelolaan sumber daya yang berada di wilayahnya.

“Ini bukan hanya persoalan kewenangan administratif, tetapi juga menyangkut keadilan dalam pengelolaan sumber daya alam dan penghormatan terhadap kekhususan Aceh,” ujarnya.

Bantuan Rp374 Miliar Disalurkan untuk Warga Langsa

Rifqi menjelaskan, semangat otonomi khusus yang diberikan kepada Aceh melalui Undang-Undang Pemerintahan Aceh seharusnya membuka ruang lebih luas bagi daerah untuk terlibat dalam pengelolaan potensi strategis, termasuk sektor migas.

Ia mengingatkan, pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa besarnya kontribusi Aceh sebagai daerah penghasil migas tidak selalu sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, pengelolaan Blok Andaman harus diarahkan untuk menciptakan manfaat ekonomi yang nyata bagi daerah.

Menurutnya, manfaat tersebut dapat diwujudkan melalui penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan industri hilir, serta penguatan pendapatan daerah secara berkelanjutan.

“Jangan sampai Aceh hanya menjadi lokasi produksi, sementara pusat pengolahan dan nilai tambah ekonominya justru berkembang di daerah lain,” katanya.

169 Jamaah Haji Langsa Tiba dengan Selamat

PERMAHI Aceh juga mendorong pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menyusun langkah strategis dalam memperjuangkan penguatan peran BPMA pada pengelolaan migas lepas pantai.

Rifqi menegaskan, keberhasilan pengelolaan Blok Andaman tidak boleh hanya diukur dari besarnya investasi atau volume produksi gas, melainkan dari sejauh mana manfaatnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh.

“Momentum penemuan gas Andaman harus menjadi titik balik bagi Aceh untuk memperoleh peran yang lebih kuat dalam pengelolaan sumber daya alamnya sendiri,” ujarnya. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement