LANGSA – Pemerintah Kota Langsa mendorong penguatan peran keluarga sebagai fondasi pembentukan generasi yang sehat, berkarakter, mandiri, dan berdaya saing. Pemerintah menilai pembangunan keluarga membutuhkan keterlibatan lintas sektor, tidak hanya mengandalkan peran pemerintah.
Hal itu disampaikan Asisten I Pemko Langsa Al Azmi saat mewakili Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra membuka sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) yang digelar BKKBN Aceh bersama mitra kerja di Vitra Convention Hall, Rabu, 12 Agustus 2026.
Al Azmi mengatakan keluarga merupakan lingkungan pertama bagi anak untuk mengenal nilai agama, etika, budaya, kasih sayang, dan tanggung jawab.
“Memperkuat keluarga berarti memperkokoh masa depan bangsa,” kata Al Azmi.
Menurut dia, Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 mengamanatkan pemerintah pusat dan daerah membangun ketahanan serta kesejahteraan keluarga melalui delapan fungsi keluarga.
Fungsi tersebut meliputi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosial dan pendidikan, ekonomi, serta pembinaan lingkungan.
Karena itu, kata Al Azmi, Program Bangga Kencana menjadi salah satu instrumen untuk membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan sejahtera.
Ia menilai keberhasilan program tersebut membutuhkan sinergi pemerintah, instansi vertikal, dunia usaha, akademisi, tokoh masyarakat, dan masyarakat.
“Pemerintah daerah, instansi vertikal, dunia usaha, akademisi dan masyarakat harus seiring sejalan dalam satu langkah strategis menuju Aceh pada umumnya dan Kota Langsa pada khususnya yang mandiri, sehat dan berdaya saing,” ujarnya.
Al Azmi berharap sosialisasi Bangga Kencana tidak berhenti pada peningkatan pemahaman, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, program tersebut dapat memperkuat ketahanan sekaligus meningkatkan kualitas keluarga di Kota Langsa.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh Safrina Salim mengatakan cakupan Program Bangga Kencana kini meliputi seluruh siklus kehidupan manusia, mulai dari persiapan kehamilan, masa tumbuh kembang anak, remaja, usia produktif hingga lanjut usia.
“Program Bangga Kencana mengarah pada seluruh aspek kehidupan, mulai dari dalam kandungan hingga lansia. Tujuannya adalah mewujudkan keluarga yang berkualitas dan sejahtera,” kata Safrina.
Menurut dia, pembangunan keluarga tidak hanya berkaitan dengan pengendalian penduduk. Program tersebut juga mencakup kesehatan, pola asuh, pendidikan, ketahanan keluarga, hingga kesiapan menghadapi masa lanjut usia.
Salah satu perhatian BKKBN adalah pencegahan stunting melalui penguatan pola asuh dan keterlibatan keluarga. Sejumlah program dijalankan untuk mendukung upaya tersebut, di antaranya Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).
BKKBN juga mendorong Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) untuk mendukung pengasuhan anak serta Lansia Berdaya (SIDAYA) agar kelompok lanjut usia tetap sehat, aktif, dan produktif.
Safrina menekankan pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Menurut dia, peran ayah tidak hanya mencari nafkah, tetapi juga memberikan keteladanan, pendidikan agama, perlindungan, dan membangun kedekatan emosional dengan anak.
Kegiatan sosialisasi tersebut turut dihadiri Anggota DPRK Langsa Bayu Setiawan, Plt. Kepala DP3Dalduk dan KB Kota Langsa Muhammad Tarmizi, TP PKK, Koordinator Balai KB, penyuluh KB, kader KB, Forum GenRe, kader TPK, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat.
Pemerintah Kota Langsa berharap penguatan program pembangunan keluarga dapat mendorong keterlibatan masyarakat dalam menciptakan keluarga yang sehat dan tangguh. Upaya tersebut diharapkan turut mendukung pencegahan stunting serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Langsa. (Roy)



Komentar