DAERAH
Beranda » Berita » Generasi Muda Aceh Tamiang Diminta Rawat Tradisi Lokal

Generasi Muda Aceh Tamiang Diminta Rawat Tradisi Lokal

ACEH TAMIANG Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang meminta generasi muda ikut menjaga tradisi dan kearifan lokal melalui tulisan serta konten digital. Upaya tersebut dinilai penting untuk mendokumentasikan warisan budaya yang selama ini banyak diwariskan secara lisan.

Pesan itu disampaikan Plt. Sekretaris Daerah Aceh Tamiang Syuibun Anwar saat menghadiri Bimbingan Teknis Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal di Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Tamiang, Selasa, 11 Agustus 2026.

Mewakili Bupati Aceh Tamiang, Syuibun mengatakan kemampuan generasi muda dalam menulis perlu diarahkan untuk mengangkat kekayaan budaya daerah. Menurut dia, karya tersebut dapat menjadi dokumentasi yang bisa diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Bimtek ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas penulis lokal muda yang kreatif sekaligus peduli terhadap pelestarian budaya daerah,” ujar Syuibun.

Ia mengatakan perkembangan teknologi memberi peluang besar bagi anak muda untuk mengenalkan budaya Aceh Tamiang melalui berbagai platform digital. Tidak hanya tulisan, informasi mengenai sejarah, adat istiadat, kuliner tradisional, hingga kearifan lokal dapat dikemas menjadi konten yang menarik.

Jeffry: Maulid Nabi Bukan Sekadar Seremoni Tahunan

Menurut Syuibun, tradisi lisan menjadi salah satu bagian budaya yang perlu segera didokumentasikan. Jika tidak dicatat, berbagai pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun berpotensi sulit diketahui generasi mendatang.

“Tradisi tutur dan berbagai kearifan lokal perlu ditransformasikan ke dalam bentuk tulisan agar dapat menjadi dokumentasi dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Ia berharap peserta tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi mampu menghasilkan karya yang dapat dibaca dan diakses masyarakat luas.

Karya-karya tersebut, kata Syuibun, juga dapat menjadi sarana memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya Aceh Tamiang kepada masyarakat di luar daerah.

Bimbingan teknis berlangsung selama tiga hari, 11–13 Agustus 2026. Materi yang diberikan meliputi sejarah, adat istiadat, kuliner tradisional dan kearifan lokal Aceh Tamiang.

Senyum Anak Yatim Menghangatkan Maulid Nabi di Gp. Baroh Langsa Lama

Peserta kegiatan berasal dari kalangan mahasiswa, pegawai, masyarakat umum dan sejumlah unsur lainnya. Para kepala SKPK serta narasumber turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berharap lahir penulis dan kreator muda yang mampu mengemas budaya lokal dengan bahasa yang relevan bagi generasi sekarang.

Dengan dokumentasi melalui tulisan dan media digital, pemerintah menilai warisan budaya Aceh Tamiang dapat tetap dikenal dan dipelajari meski zaman terus berubah. (Roy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement