DAERAH
Beranda » Berita » Angkasa Pura Latih Warga Aceh Besar Mengelas

Angkasa Pura Latih Warga Aceh Besar Mengelas

KOTA JANTHO — PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) melatih 15 warga Aceh Besar mengelas untuk membuka peluang usaha. Pelatihan itu digelar melalui program InJourney Airports Berdaya UMK di sekitar Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda.

Pelatihan berlangsung pada 5-10 Agustus 2026 di Gedung Serbaguna Kantor Camat Blang Bintang. Pesertanya berasal dari tiga kecamatan, yakni Blang Bintang, Kuta Baro, dan Montasik. Masing-masing kecamatan mengirim lima peserta.

Camat Blang Bintang Subhan, SE, MM, mengatakan program tersebut dapat membantu meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PT Angkasa Pura Indonesia yang terus memberikan pelatihan dan pembinaan bagi masyarakat sekitar,” kata Subhan saat membuka pelatihan, Rabu, 5 Agustus 2026.

Subhan meminta peserta mengikuti pelatihan hingga selesai dan memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk mengembangkan usaha.

Empat Orang Diamankan dalam Pengungkapan Ladang Ganja di Aceh Utara

“Kami berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu yang didapat dapat menjadi penopang ekonomi keluarga,” ujarnya.

Dia juga meminta peserta merawat peralatan yang diberikan setelah pelatihan agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

Subhan berharap program pemberdayaan tersebut tidak berhenti di tiga kecamatan. Dia meminta PT Angkasa Pura Indonesia memperluas program ke kecamatan lain di Aceh Besar.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Rahmat Adil Indrawan, mengatakan perusahaan ingin keberadaan bandara turut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Kami ingin masyarakat di wilayah operasional bandara tidak hanya menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan ekonomi, tetapi menjadi aktor ekonomi yang aktif, mandiri, dan terampil,” kata Rahmat.

Lima Kepala Sekolah Dilantik, Bupati Aceh Tamiang Larang Pungli

Menurut Rahmat, pengelasan dipilih karena memiliki peluang usaha. Peserta mendapatkan materi teori dan praktik, termasuk fabrikasi logam serta standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Setelah pelatihan, setiap peserta akan memperoleh satu set mesin las listrik tipe inverter, helm las, dan perlengkapan alat pelindung diri (APD). Perlengkapan itu terdiri atas sarung tangan, apron, dan kacamata pelindung.

Rahmat berharap bantuan peralatan tersebut dapat digunakan peserta untuk memulai usaha mandiri ataupun mengembangkan bengkel las.

“Dengan dukungan peralatan tersebut, kami berharap peserta dapat langsung memulai usaha mandiri maupun mengembangkan bengkel las yang profesional sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga,” ujarnya. (Has)

Sumpah Pemuda, Wali Kota Langsa Tekankan Peran Generasi Muda

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement