BLANGPIDIE — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengalokasikan anggaran santunan dan pemberdayaan ekonomi bagi mualaf melalui bantuan modal usaha dalam APBK Perubahan 2026. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat pembinaan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi para penerima manfaat, Sabtu 8 Agustus 2026.
Pemberdayaan tersebut tidak hanya menyasar aspek ekonomi, tetapi juga penguatan pemahaman keagamaan. Dalam kegiatan pembinaan, peserta mendapatkan materi dari tiga narasumber dengan latar belakang keagamaan, pemerintahan, dan dunia usaha.
Dewan Pengawas Baitul Mal Abdya Tgk. Muhammad Maimun menyampaikan materi mengenai penguatan akidah dan pemahaman keagamaan.
Materi tersebut diharapkan membantu peserta memperdalam pengetahuan agama dan memperkuat keyakinan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Sementara Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Abdya Zedi Saputra memberikan materi mengenai strategi membangun usaha. Ia juga menjelaskan mekanisme memperoleh pendampingan serta akses modal usaha dari pemerintah.
Adapun perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Abdya, Elizar Lizam, memberikan materi mengenai kiat sukses dan motivasi berwirausaha. Peserta didorong untuk melihat peluang usaha dan mengembangkan aktivitas ekonomi secara mandiri.
Program bantuan modal tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemberian dana. Pemerintah juga mendorong penerima manfaat memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola usaha sehingga bantuan dapat memberikan dampak ekonomi dalam jangka panjang.
Pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan mualaf di Abdya melalui pendekatan keagamaan dan ekonomi. Dengan dukungan modal serta pendampingan, peserta diharapkan mampu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan keluarga.
Pada akhir kegiatan, Baitul Mal Abdya menyerahkan souvenir kepada peserta berupa mukena dan kain sarung. Pemberian tersebut menjadi bentuk perhatian sekaligus dukungan terhadap kebutuhan peserta dalam menjalankan ibadah. (**)



Komentar