ACEH TIMUR | PT Medco E & P Malaka (Medco E&P) bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur mengerahkan puluhan alat berat guna memulihkan akses mobilitas warga di 31 desa yang terisolasi pascabanjir, Senin 26 Januari 2026.
Sebanyak 12 unit excavator, empat bulldozer, tiga backhoe loader, enam grader, dan dua dump truck diterjunkan untuk membuka kembali akses jalan di delapan kecamatan terdampak parah, yakni Julok, Simpang Ulim, Pante Bidari, Nurussalam, Birem Bayeun, Peunaron, Idi Tunong, dan Peureulak. Pengerahan alat berat dilakukan sejak 2 Desember 2025.
Senior Manager Communication Medco E&P, Leony Lervyn, mengatakan dukungan tersebut difokuskan membantu warga di 31 desa yang sempat terisolasi sehingga distribusi logistik dan mobilitas masyarakat kembali lancar. Selain perbaikan jalan, pembersihan juga dilakukan di RSUD Sultan Abdul Azis Peureulak agar layanan kesehatan kembali optimal.
“Kami berkomitmen mendukung program penanggulangan darurat sesuai kebijakan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur serta berterima kasih atas dukungan pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, mengapresiasi langkah cepat Medco E&P dalam membantu masyarakat sejak masa tanggap darurat hingga pemulihan.
“Kolaborasi pemerintah daerah dan pihak swasta ini diharapkan menjadi dorongan bagi semua pihak untuk bersinergi menuju Aceh Timur bangkit pascabencana hidrometeorologi,” katanya.
Penulis : Rolly



Komentar